Gandeng JPIC SVD Ende dan BEM IFTK Ledalero, Fratres Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Salurkan Bantuan
- seminaritinggileda
- Nov 6, 2024
- 2 min read
Updated: Nov 9, 2024

Ledalero - Gunung Lewotobi Laki-laki yang meletus pada Senin (04/11/2024) dini hari mengisahkan duka yang begitu mendalam. Letusan gunung aktif yang terletak di Kabupaten Flores Timur tersebut menimbulkan banyak kerugian. Masyarakat yang paling terdampak dari letusan gunung berapi ini ialah masyarakat Desa Hokeng Jaya. Sampai hari ini, korban yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah sebanyak 10 orang, salah satu di antaranya ialah Suster Nikolin, SSpS. Tak sebatas itu, banyak rumah warga, sekolah asrama dan biara yang mengalami kerusakan akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut.
Baca Juga:
Menyadari realitas tersebut, Fratres Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero bekerja sama dengan JPIC SVD Ende dan BEM IFTK Ledalero menggalang dana dan menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian, perlengkapan mandi dan beberapa kebutuhan lainnya pada Rabu (06/11/2024). Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan di beberapa tempat pengungsian, antara lain Nangahale, Hikong dan Talibura.

Pater Vande Raring, SVD selaku pengurus JPIC SVD Ende dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada Pater Superior SVD, para konfrater SVD dan para donatur yang telah membantu masyakakat kecil yang terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Pater Superior SVD di Roma, para konfrater SVD dan para donatur adalah tangan-tangan tak tampak yang turut hadir dalam bantuan ini. Mari kita pergi bersama-sama ke tempat-tempat pengungsian untuk mengalami secara langsung penderitaan yang dialami karena bencana alam. Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari misi kita,” ungkapnya.
Baca Juga:

Tak sebatas itu, imam asal Lembata tersebut meminta agar para frater yang terlibat dalam penyaluran bantuan boleh mengambil bagian dalam penderitaan yang dialami oleh keluarga-keluarga di tenda pengungsian.
“Oleh karena itu kita harus pergi dalam suasana doa agar mereka yang kita kunjungi pun boleh diteguhkan. Apabila mereka berduka, kita pun perlu berduka,” pungkasnya.
Frater Kanis Bauk, SVD, selaku pengurus Fratres Ledalero mengaku cukup sedih dengan situasi yang dialami oleh masyarakat kecil di sekitar Lembah Hokeng. Oleh karena itu, ia berterima kasih karena banyak pihak yang terbuka hatinya untuk mengambil bagian dalam penderitaan mereka.
“Sebagai warga semesta, luka yang mereka alami sesungguhnya merupakan luka kita semua. Saya juga berterima kasih kepada para pencinta tanpa nama yang dengan caranya masing-masing telah memberikan bantuan”, terangnya.
(Fr. Rio Ambasan, SVD)
Comments